Ikhtisar:GMO Internet Group menawarkan imbalan hingga 1 juta dolar AS (setara Rp 17 Miliar) untuk informasi penangkapan peretas server trading, sementara FXTF, Dukascopy Japan, dan OANDA Japan memperketat keamanan login klien.

GMO Internet Group menawarkan imbalan hingga 1 juta dolar AS (sekitar Rp 17 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada identifikasi dan penangkapan peretas yang membobol layanan server trading perusahaan Jepang tersebut.
Langkah itu diumumkan setelah situs tempat para penyerang memposting data pelanggan dilaporkan offline pada Rabu pagi waktu setempat.
Bagi trader ritel, khususnya pengguna platform MetaTrader yang menyewa server trading bersama, dampak insiden ini terasa langsung.
Sejumlah broker melaporkan transaksi yang ditempatkan tanpa persetujuan klien, mengganti kata sandi, mengakhiri sesi terbuka, dan memberlakukan aturan login baru dalam hitungan hari.
Daftar isiKronologi dan Tuntutan Tebusan
Para penyerang mulai mempublikasikan apa yang mereka klaim sebagai data pelanggan pada Selasa. Langkah itu diambil setelah GMO menolak tuntutan sekitar 8 miliar yen, atau sekitar 50 juta dolar AS.
GMO menyatakan domain tempat data dipublikasikan disuspend sekitar pukul 4.00 waktu setempat setelah perusahaan bekerja sama dengan pihak lain, dan akan menindak setiap salinan data yang beredar.
Perusahaan menegaskan pihaknya tidak akan pernah memenuhi tuntutan penyerang dan sedang bekerja sama dengan polisi. Imbalan 1 juta dolar AS didanai GMO sendiri dan mulai menerima informasi pada tengah hari.
GMO juga menyatakan pekan lalu bahwa hingga 26.739 server mungkin telah terekspos, sementara jumlah pelanggan yang datanya benar-benar dipublikasikan belum diungkapkan.
Reaksi pasar tercermin pada saham GMO Internet Group. Saham perusahaan ditutup naik 5,2% dibanding Selasa di 3.324 yen, setelah sebelumnya turun 15,7% pada Senin. Angka itu menggambarkan pergerakan harga saham pada dua hari perdagangan tersebut.
Broker Perketat Aturan Login
Dampak paling terasa bagi klien adalah perubahan aturan login. Broker-broker yang terdampak kini memperketat akses bagi seluruh klien, bukan hanya mereka yang menyewa server GMO.
FXTF, yang mengelola lebih dari 280.000 akun dari Tokyo, akan mengunci klien dari portal dan platform mereka mulai Sabtu kecuali klien mengaktifkan login dua langkah.
Login dua langkah (two-step login) adalah prosedur keamanan yang mewajibkan pengguna memasukkan kode tambahan selain kata sandi, biasanya kode yang dikirim ke email atau ponsel. FXTF sebenarnya sudah mewajibkan one-time password di platform MT4 dan MT5.
Pemberitahuan terbaru memperluas aturan itu ke portal klien dan platform FXTF GX setelah pemeliharaan mingguan pada 31 Oktober, sekaligus menghapus opsi untuk menutup jendela pengaturan tersebut.
Konsekuensinya cukup teknis bagi pengguna. Kode verifikasi dikirim ke alamat email terdaftar, sehingga klien yang kotak masuknya tidak dapat menerima kode akan terkunci dari akunnya.
FXTF sendiri merupakan satu dari lima broker yang mengonfirmasi adanya transaksi tidak sah pada Senin, dan akan berganti nama menjadi GW Securities pada 1 November.
Broker lain bergerak dengan cara masing-masing. Dukascopy Japan menyatakan sebagian kliennya yang menggunakan layanan GMO mengalami transaksi yang ditempatkan tanpa persetujuan.
Perusahaan mengganti kata sandi pada akun yang dicurigai mengalami login tidak sah dan mengakhiri semua sesi terbuka, sambil menegaskan tidak menemukan tanda bahwa sistemnya sendiri telah diakses.
OANDA Japan memberi tahu klien pada Selasa bahwa mereka memperkuat keamanan login MT5. Klien yang menggunakan server sewaan diminta mengubah port remote desktop default dan membatasi alamat IP yang dapat terhubung.
OANDA juga berencana mematikan platform MT4 pada 27 November.
Preseden dan Konteks Kebijakan
Langkah memperketat login bukan hal baru di industri ini. XTB di Polandia mengambil langkah serupa tahun lalu, mewajibkan login dua langkah bagi semua klien beberapa jam setelah seorang pelanggan melaporkan akunnya dikuras peretas melalui transaksi cepat pada saham yang diperdagangkan tipis.
Saham yang diperdagangkan tipis (thinly traded) adalah saham dengan volume jual beli rendah, sehingga pergerakan harganya lebih mudah dipengaruhi pesanan berukuran besar.
Di Jepang, pengambilalihan akun di broker online sudah menjadi isu kebijakan karena transaksi curang pada akun yang dibajak melebihi 500 miliar yen antara Maret dan Mei 2025.
Tekanan politik ikut meningkat: Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta kabinetnya menyiapkan langkah darurat terhadap serangan siber paling lambat akhir pekan depan, menurut laporan Bloomberg pada Senin.
Kompensasi dan Beban Biaya
Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Tokyo, GMO mencantumkan enam jenis pembayaran terkait insiden tersebut.
Isinya mencakup 5.000 yen untuk setiap pengguna layanan, penggantian kerugian terealisasi dari transaksi tidak sah, dan PC baru bagi pelanggan yang terkena ransomware (perangkat lunak pemeras yang mengunci data dan meminta tebusan).
Pelanggan yang datanya dikonfirmasi GMO telah dipublikasikan akan menerima 10.000 hingga 25.000 yen untuk setiap kategori informasi yang terekspos, dengan batas maksimal 3 juta yen per pengungkapan.
GMO menyatakan total biaya belum dapat dihitung sampai diketahui berapa banyak pelanggan yang memenuhi syarat dan seberapa luas cakupan data yang dipublikasikan.
Ekosistem Trading Ritel yang Diuji
GMO sendiri dikenal di pasar ritel Jepang melalui layanan data historis dan platform tradingnya. GMO Click Securities menyediakan unduhan data historis FX dan CFD, termasuk 32 instrumen seperti indeks saham utama, minyak, emas, jagung, dan kedelai, dengan data satu menit sejak 2007.
Data historis sendiri adalah rekaman harga masa lalu yang dipakai trader untuk menguji strategi atau menjalankan backtest (uji ulang strategi pada data lama).
FXTF juga menyediakan data historis untuk indeks saham seperti Nikkei 225 dan Dow Jones, komoditas seperti minyak dan emas (XAUUSD), serta aset kripto. Data historis MT4 FXTF dinilai memiliki sedikit data hilang atau tidak konsisten, dan tersedia dalam format yang langsung dapat dipakai di platform MT4.
Kedua layanan itu merupakan bagian dari ekosistem trading ritel Jepang yang kini menghadapi ujian kepercayaan.
Perubahan aturan login yang berlaku dalam hitungan hari memaksa klien memastikan alamat email terdaftar masih aktif dan dapat menerima kode, karena tanpa itu mereka berisiko kehilangan akses ke akun sendiri meski kata sandi benar.

