Ikhtisar:Direktur Panacea Capital, Brian Jacques Creigh, didakwa atas dana kripto tanpa lisensi senilai A$4,4 juta atau setara sekitar Rp55 Miliar. ASIC menyebut investor rugi sekitar A$7,7 juta.

Direktur Panacea Capital, Brian Jacques Creigh, menghadapi dakwaan pidana terkait pengelolaan dana investasi kripto tanpa lisensi di Australia.
Menurut laporan Financial Standard, ia hadir di Melbourne Magistrates' Court pada 19 Oktober untuk menjalani proses atas tuduhan tersebut.

Daftar isiDakwaan yang Dihadapi
Creigh menghadapi satu dakwaan menjalankan usaha jasa keuangan tanpa Australian Financial Services Licence (AFSL), yaitu izin resmi untuk menawarkan produk dan jasa keuangan di Australia.
Dakwaan lainnya berkaitan dengan investasi senilai 4,4 juta dolar Australia atau setara sekitar Rp55 Miliar dalam usaha tersebut. Ia juga didakwa berurusan dengan hasil kejahatan senilai 1 juta dolar Australia atau lebih.
Perkara ini dituntut oleh Commonwealth Director of Public Prosecutions setelah mendapat rujukan dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC), regulator pasar Australia.
Creigh dibebaskan dengan jaminan bersyarat pada 19 Oktober. Untuk dakwaan menjalankan atau terlibat dalam usaha jasa keuangan, ancaman hukuman maksimalnya adalah lima tahun penjara.
Tuduhan ASIC soal Produk Investasi
ASIC menuduh Creigh menawarkan produk investasi berbasis aset digital bernama Panacea Capital Cryptocurrency Investment Fund melalui Panacea Capital antara April 2021 dan Juni 2022.
Dana tersebut diklaim bertujuan menghasilkan imbal hasil melalui portofolio aset digital yang terdiversifikasi. Menurut regulator, baik Creigh maupun Panacea Capital tidak memiliki AFSL dan tidak beroperasi sebagai perwakilan resmi selama periode itu.
Dalam temuan sebelumnya, ASIC menyatakan Creigh menjalankan dana kripto tanpa lisensi dan membuat pernyataan menyesatkan kepada investor. Pernyataan itu mencakup soal jaminan modal, target imbal hasil, dan operasional dana.
Bagi pembaca yang baru mengenal pasar valuta asing dan aset digital, jaminan modal pada produk investasi adalah hal yang perlu dicermati, karena imbal hasil investasi umumnya tidak dapat dipastikan.
Aliran Dana ke Luar Negeri dan Kerugian Investor
ASIC juga menemukan bahwa dana yang diinvestasikan dalam dana kripto tersebut ditransfer ke luar negeri ke entitas bernama Liquid Assets Group. Menurut regulator, entitas itu ternyata merupakan skema penipuan investasi. Investor dilaporkan kehilangan sekitar 7,7 juta dolar Australia.
Temuan ASIC sebelumnya juga mencakup kekhawatiran atas perilaku Creigh selama penyelidikan serta kegagalannya merespons tanda peringatan terkait entitas luar negeri tersebut secara semestinya.
Dakwaan pidana ini terpisah dari keputusan larangan yang dikeluarkan pada 2024.
Mengapa Perkara Ini Penting bagi Investor
Kasus ini menjadi contoh bagaimana penegakan hukum terhadap produk investasi aset digital tanpa lisensi berjalan di Australia.
Bagi investor ritel, termasuk mereka yang aktif di pasar valuta asing, keberadaan izin resmi menjadi salah satu hal pertama yang perlu diperiksa sebelum menempatkan dana pada produk yang menjanjikan imbal hasil dari aset kripto.
Perlu dicatat bahwa tuduhan yang diajukan ke pengadilan belum diputuskan. Proses hukum akan menentukan apakah dakwaan terhadap Creigh terbukti, sementara temuan ASIC dan keputusan larangan 2024 merupakan hal yang terpisah dari perkara pidana ini.

