简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Dolar AS dan Harga Minyak Melambung Imbas Eskalasi Geopolitik dan Data Fundamental Solid
Ikhtisar:Pasar keuangan merespons penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak akibat memanasnya kembali tensi geopolitik antara AS dan Iran. Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang melampaui ekspektasi memperkuat proyeksi bahwa bank sentral akan mempertahankan tingkat suku bunga.

Ketegangan di Timur Tengah yang kembali memanas memberikan tekanan yang signifikan pada sentimen pasar global, memicu kenaikan harga minyak mentah bursa dunia dan penguatan dolar AS.
Hal ini terjadi setelah Presiden AS dan otoritas Iran dilaporkan saling menolak proposal perdamaian terbaru antara kedua belah pihak. Terhambatnya jalur penyelesaian konflik tersebut, disusul dengan kabar penutupan dan baku tembak di Selat Hormuz, mendorong reli harga minyak.
Terpantau harga minyak mentah Brent melonjak hingga mendekati level $105 per barel, sedangkan minyak mentah WTI ikut terkerek ke angka $95,17 per barel.
Di luar isu geopolitik, sentimen pasar turut ditopang oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang terindikasi jauh lebih baik dari perkiraan.
Tercatat adanya penambahan 115.000 lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian (NFP) pada bulan April, melampaui ekspektasi awal di kisaran 63.000 pekerjaan. Bersamaan dengan itu, tingkat pengangguran AS tetap stabil di level 4,3 persen.
Laporan ketenagakerjaan yang kuat ini kian mengukuhkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral kemungkinan besar tidak akan mengubah kebijakan suku bunganya dalam waktu dekat.
Penguatan dolar memasuki minggu ke-11 konflik Timur Tengah ini memberikan efek langsung ke berbagai instrumen mata uang utama dan komoditas. Nilai tukar dolar AS menguat dan diperdagangkan pada kisaran bawah 157 yen Jepang.
Di perdagangan lain, penekanan serupa dirasakan oleh dolar Australia yang mentok di level $0,723, sementara aset emas harus diperdagangkan melemah di bawah level $4.700 per ons akibat kekhawatiran naiknya laju inflasi dari sektor energi.
Kombinasi faktor ini membuat pasar ekuitas Asia bergerak bervariasi, berbanding terbalik dengan bursa saham Wall Street AS yang justru mencetak rekor tertinggi terdorong euforia dari sektor teknologi dan data pekerjaan.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
EBC FINANCIAL GROUP
pepperstone
IC Markets Global
FXTM
EC markets
Exness
EBC FINANCIAL GROUP
pepperstone
IC Markets Global
FXTM
EC markets
Exness
WikiFX Broker
EBC FINANCIAL GROUP
pepperstone
IC Markets Global
FXTM
EC markets
Exness
EBC FINANCIAL GROUP
pepperstone
IC Markets Global
FXTM
EC markets
Exness
