简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar Menguat Saat Pasar Asia Bergerak Campuran
Ikhtisar:Dolar AS bergerak kuat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara yen berada di kisaran atas 161 per dolar dan rupee melemah. Sentimen pasar Asia beragam setelah tekanan di Wall Street, dengan harga minyak dan emas ikut turun.

Dolar AS bertahan kuat di perdagangan Asia pada Rabu, didukung ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran atas 161 per dolar, sementara rupee India melemah enam paise dan ditutup di 94,73 per dolar.
Sentimen pasar kawasan cenderung beragam setelah Wall Street kembali melemah, terutama karena tekanan jual pada saham teknologi dan kekhawatiran terhadap valuasi sektor kecerdasan buatan.
Di Jepang, Nikkei 225 turun dan bergerak di bawah area 69.450, dengan saham finansial menjadi salah satu pemberat.
Di Australia, dolar Australia diperdagangkan di sekitar $0,692, sementara indeks saham utama menguat tipis setelah empat sesi penurunan. Penguatan saham teknologi membantu menahan tekanan dari sektor energi dan pertambangan.
Harga minyak bergerak lebih rendah setelah aktivitas pelayaran kembali terlihat di Selat Hormuz, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan.
WTI untuk pengiriman Agustus tercatat turun ke $73,15 per barel, sementara Brent diperdagangkan di bawah $77 per barel.
Emas juga melemah dan diperdagangkan di bawah $4.100 per ounce, seiring kekhawatiran suku bunga AS yang lebih tinggi. Bagi pasar forex, kombinasi dolar yang kuat, tekanan pada aset berisiko, dan penurunan komoditas menjadi fokus utama perdagangan hari ini.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

