简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Aksi Jual Besar-besaran Epik di Pasar Logam Mulia
Ikhtisar:Pasar logam mulia mengalami kejatuhan bersejarah. Harga perak berbalik tajam dari puncaknya dan anjlok hingga 36% dalam satu hari, sementara emas jatuh 10% dalam sehari. Aset kripto turut terseret dal
Pasar logam mulia mengalami kejatuhan bersejarah. Harga perak berbalik tajam dari puncaknya dan anjlok hingga 36% dalam satu hari, sementara emas jatuh 10% dalam sehari. Aset kripto turut terseret dalam gelombang penurunan ini. Tekanan jual belum menunjukkan tanda mereda, mencerminkan surutnya sentimen spekulatif terhadap emas kertas dan aset berisiko tinggi. Bahkan investor jangka panjang memilih merealisasikan keuntungan di tengah kepanikan pasar, menciptakan pertarungan arus dana antara posisi long jangka panjang dan short jangka pendek.
Prospek Pasar: Dua Pandangan yang Bertolak Belakang
Ke depan, pasar terbelah ke dalam dua narasi ekstrem.
Pandangan pertama tetap optimistis dan melihat koreksi sebagai peluang akumulasi, dengan alasan utama berupa dedolarisasi global, risiko geopolitik, serta fungsi lindung nilai terhadap inflasi.
Sebaliknya, pandangan kedua menilai kejatuhan kali ini sebagai sinyal berakhirnya siklus emas, bahkan berpendapat bahwa logam mulia mungkin membutuhkan waktu hingga satu dekade untuk kembali mencapai kejayaannya, dengan performa yang relatif lesu dalam jangka menengah.
Analisis Fundamental Emas: Korelasi yang Terputus
Dari sudut pandang fundamental, sejak 2024 kami telah mengamati bahwa pengaruh data makroekonomi terhadap harga emas mulai kehilangan efektivitas. Secara khusus, korelasi antara suku bunga riil AS dan harga emas tidak lagi sejalan seperti sebelumnya.

(Grafik 1: Suku Bunga Riil AS vs Harga Emas | Sumber: MacroMicro / M平方)
Pendekatan analisis kami menitikberatkan pada kebijakan moneter dan data makro. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir kami lebih mengandalkan analisis teknikal untuk membaca pergerakan emas, tanpa menetapkan target puncak harga yang agresif, serta memprioritaskan strategi berbasis selisih harga. Konsekuensinya, peluang perdagangan emas dalam dua tahun terakhir relatif terbatas.
Dengan koreksi harga yang sangat tajam saat ini, berbagai prediksi harga emas di pasar kami nilai tidak relevan. Koreksi besar ini lebih tepat dipahami sebagai penyesuaian menuju rata-rata historis dua tahun terakhir, bukan sebagai sinyal yang memerlukan proyeksi berlebihan.
Ke depan, kami tetap akan memantau apakah harga emas kembali berkorelasi dengan suku bunga riil AS. Namun, kejatuhan serentak pada logam mulia dan kripto justru mendorong investor kembali mengadopsi paradigma “cash is king”. Saat aset berisiko mengalami tekanan jual berlebihan, kondisi ini berpotensi menghadirkan titik masuk jangka menengah yang lebih menarik.
Sentimen Pasar: Preferensi Terhadap Likuiditas
Meski Indeks Fear & Greed masih berada di zona GREED, hampir seluruh kelas aset mengalami penurunan. Di sisi lain, indeks dolar AS mulai membentuk dasar dan menguat, menegaskan bahwa pasar cenderung memilih untuk memegang kas sambil bersikap wait-and-see.

(Grafik 2: Indeks Fear & Greed | Sumber: CNN)
Laporan Bank of America Fund Manager Survey (FMS) bulan Januari telah lebih dulu memperingatkan bahwa posisi long emas merupakan crowded trade. Meskipun alokasi kas berada pada level rendah historis (3,2%), para manajer investasi justru menilai risiko terbesar saat ini adalah ketidakseimbangan posisi, bukan dominasi kas. Konsensus pasar mengarah pada rotasi sektor, alih-alih strategi cash-heavy.

(Grafik 3: Lebih dari separuh manajer menilai posisi long emas sebagai crowded trade | Sumber: Bank of America)
Analisis Teknikal Emas

Volatilitas harga emas meningkat signifikan, namun struktur teknikal tetap menunjukkan pola yang jelas. Tren penurunan saat ini bergerak mengikuti saluran turun berwarna oranye. Dari sisi strategi, area resistensi pada batas atas saluran dapat dimanfaatkan untuk posisi short apabila harga gagal menembusnya, dengan target keluar mengacu pada batas bawah saluran.
Investor disarankan tidak terpaku pada level psikologis angka bulat sebagai support atau resistance. Sekitar 65% transaksi emas dilakukan oleh sistem algoritmik, sehingga keputusan berbasis sentimen atau berita pasar berpotensi menyesatkan. Fokus utama sebaiknya tetap pada analisis teknikal.
Indikator MACD saat ini memiliki nilai referensi jangka pendek yang terbatas. Pergerakan di bawah garis nol yang terus melebar menunjukkan dominasi kuat dari pihak bearish. Berdasarkan pengalaman historis, terdapat probabilitas tinggi bahwa harga akan mengalami pelemahan berkepanjangan di area rendah.
Dalam kondisi minimnya kepercayaan pasar terhadap tren naik, strategi yang lebih rasional adalah mengutamakan posisi short. Upaya menangkap rebound memiliki tingkat kesulitan tinggi dan sebaiknya dihindari.
Level Teknis:
Support: 4335
Resistance A: 4942
Resistance B: 5102
Peringatan Risiko
Pandangan, analisis, riset, harga, dan informasi lain di atas disajikan semata-mata sebagai komentar pasar umum dan tidak mencerminkan sikap resmi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas risiko investasinya masing-masing. Harap melakukan transaksi dengan penuh kehati-hatian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
