简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Konsumsi AS Tetap Tangguh pada November, Namun Daya Tahan Permintaan Akhir Mulai Dipertanyakan
Ikhtisar:Rilis data ekonomi utama Amerika Serikat pada tanggal 22 mendorong pelemahan indeks dolar AS sekaligus mengangkat harga logam mulia untuk terus menguat. Emas dan perak sama-sama mencetak level terting
Rilis data ekonomi utama Amerika Serikat pada tanggal 22 mendorong pelemahan indeks dolar AS sekaligus mengangkat harga logam mulia untuk terus menguat. Emas dan perak sama-sama mencetak level tertinggi baru. Kami menilai fenomena ini sangat berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan momentum konsumsi akhir, yang mendorong investor melepas mata uang fiat dan beralih ke aset lindung nilai seperti logam mulia.
Dibandingkan data PCE nominal, fokus kami lebih tertuju pada PCE riil setelah disesuaikan dengan inflasi, karena indikator ini lebih akurat mencerminkan kondisi konsumsi riil masyarakat AS. Pada November, PCE AS tercatat tumbuh 2,55%, dengan konsumsi barang naik 2,52% dan sektor jasa meningkat 2,56%. Meskipun angka-angka ini masih menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid, perlu dicatat bahwa data November bersifat retrospektif.
Pendapatan disposabel riil pribadi AS pada November tercatat sebesar 1,00%. Sebagai indikator leading bagi daya beli dan konsumsi di masa depan, tren pendapatan disposabel ini terus melemah secara bertahap dan belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran kami terhadap prospek permintaan akhir ke depan.
Jika dibandingkan dengan data CPI AS, inflasi memang terus menunjukkan tren pelambatan. Namun, perlambatan inflasi tersebut belum secara efektif mendorong pertumbuhan pendapatan disposabel. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kondisi saat ini cukup untuk menopang pola konsumsi agresif masyarakat AS agar tetap berkelanjutan?
Bahkan jika dikombinasikan dengan indikator inflasi berfrekuensi tinggi dari Truflation, yang menunjukkan tekanan inflasi riil di tingkat konsumen akhir terus menurun, tingkat pendapatan disposabel saat ini tetap terlihat terlalu lemah.
(Grafik 2: Data CPI Amerika Serikat | Sumber: M²)

(Grafik 3: Data CPI Berfrekuensi Tinggi | Sumber: Truflation)
Ke depan, potensi katalis positif datang dari kebijakan pengembalian pajak penghasilan tahun 2025 yang dijadwalkan pada April, yang berpotensi meningkatkan pendapatan disposabel konsumen. Namun demikian, terdapat risiko terjadinya “kekosongan konsumsi” pada kuartal pertama. Dengan kata lain, ketangguhan konsumsi saat ini sebagian besar masih didorong oleh faktor musiman dan efek kekayaan. Apabila terjadi peristiwa tak terduga (black swan), kami menilai peluang konsumen beralih ke pola penghematan jangka pendek cukup tinggi.
Setelah rilis data terbaru, FedWatch Tool menunjukkan probabilitas The Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari masih setinggi 95%. Hari ini juga digelar rapat kebijakan Bank of Japan. Meskipun hasil keputusan diumumkan pada pukul 11:00 waktu Beijing, keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk membubarkan parlemen pada 23 Januari dan menggelar pemilu lebih awal kembali menambah ketidakpastian pasar.
Analisis Teknikal Emas

Berdasarkan pengamatan teknikal pada grafik 1 jam, harga emas berhasil menembus kanal kenaikan menengah (garis biru) dan kanal kenaikan jangka pendek (garis oranye). Setelah melakukan pullback ke batas atas kanal, harga kembali mencetak level tertinggi baru. Kami menilai kondisi saat ini masih berada dalam fase overbought, dengan struktur tren jangka pendek ditandai oleh higher high dan higher low.
Indikator osilator MACD menunjukkan bahwa pada timeframe H4, pasar masih berada dalam zona jenuh beli, sementara pada timeframe H1, setelah koreksi singkat dan konsolidasi, momentum kembali melebar ke atas. Dalam kondisi short squeeze yang ekstrem seperti ini, investor disarankan untuk tidak mencoba melakukan short di puncak harga. Berdasarkan statistik teknikal historis, strategi menebak puncak memiliki tingkat kegagalan yang tinggi dan berbiaya mahal. Sikap rasional dan menunggu sinyal pasar yang lebih jelas tetap menjadi pendekatan terbaik.
Rencana Trading: Tetap berada di luar pasar (wait and see).
Level Support
Support 1: 4642
Support 2: 4890
Level Resistance
Tidak terdapat level resistance yang jelas karena harga berada di area tertinggi baru
Peringatan Risiko:
Pandangan, analisis, riset, harga, maupun informasi lainnya di atas disajikan semata-mata sebagai komentar pasar umum dan tidak mewakili posisi resmi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas risiko yang ditanggung. Harap melakukan transaksi dengan kehati-hatian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
