Survei Penjualan Eceran Agustus 2026: IPR Tumbuh 0,5%, 3 Skenario bagi Rupiah
BI memprakirakan IPR Agustus 2026 tumbuh 0,5% yoy dan turun 0,1% mtm. Simak tiga skenario USD/IDR dan checklist trader Indonesia.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini menyusut ke level Rp 14.414.

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini menyusut ke level Rp 14.414. Angka tersebut tercatat turun 30 poin (0,21%) pada perdagangan hari ini.
Demikian dikutip dari data RTI, Senin (22/3/2021). Hingga pukul 09.45 WIB, kurs dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 14.404-14.442.
Jika ditarik dalam satu pekan terakhir, dolar AS tercatat menguat 0,13% terhadap rupiah. Pergerakannya ada di rentang Rp 14.235-14.543.
Sementara jika dalam satu bulan terakhir, dolar AS masih menguat 2,16% terhadap rupiah. Pergerakannya ada di rentang Rp 14.065-14.543.
Pergerakan dolar AS sendiri pagi ini mayoritas menguat. Selain melemah terhadap rupiah, kurs dolar AS juga menyusut terhadap yen Jepang. Namun mata uang Paman Sam berhasil unggul terhadap dolar Taiwan, dolar Australia, dan pound sterling.
Sementara rupiah pagi ini mayoritas menguat terhadap mata uang lain. Rupiah paling kuat unggul pagi ini di antaranya terhadap dolar Taiwan, ringgit Malaysia, dan dolar Australia.
Sumber : Detik
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

BI memprakirakan IPR Agustus 2026 tumbuh 0,5% yoy dan turun 0,1% mtm. Simak tiga skenario USD/IDR dan checklist trader Indonesia.

OJK melaporkan IHSG naik 4,64% pada Agustus 2026, arus asing saham Rp1,19 triliun dan transaksi harian Rp15,86 triliun. Cek tiga skenario pasar.

Bank Indonesia melaporkan M0 adjusted sebesar Rp2.281,5 triliun. Pertumbuhan tahunan melambat menjadi 16,3 persen dari 17,1 persen pada Juli.

Bank Indonesia menaikkan batas insentif dari 5,5 persen menjadi 6,0 persen DPK. Hingga awal Agustus, perbankan telah menerima Rp446,5 triliun atau 5,02 persen DPK.